Tips – Tips Menulis Cerita Dari JK Rowling 3
Anggap kegiatan menulis bukanlah pekerjaan (3)
Kadangkala demi menjaga konsistensi, kita perlu yang namanya target menulis seperti misalnya menetapkan target kata yang perlu diselesaikan dalam 1 hari. Berdasarkan pengalamanku dan bukan dari JK Rowling. Kesuksesan pertamaku menulis hingga lebih dari 100 ribu kata juga, adalah berkat tuntutan serta aturan yang kubuat sendiri, yaitu 1 hari setor 1000 kata.
Selain menjaga konsistensi menulis cerita, target 1 hari setor 1000 kata ikut menjagaku sekalian supaya tetap setia pada 1 judul. Jadinya yah nggak ada tuh istilah selingkuh cerita dan sebagainya seperti yang terjadi setelahnya.
Masalahnya, target semacam 1 hari 1000 kata ini ternyata menambah beban kegiatanku sehari – hari. Berarti bahkan target minimal yang kubuat sendiri, ternyata masih terlalu berat untukku. Dari sana, akupun sadar kalau konsisten di hal yang tidak menghasilkan (maksudku disini adalah menghasilkan uang seperti kerja) membutuhkan effort yang luar biasa gila hanya untuk sekedar sisi disiplinnya.
Pertanyaannya sekarang, bagaimana kita menanggapi kejadian ini. Kejadian yang penuh kontraproduktif yang berasal dari dalam diri kita sendiri.
Jawabannya adalah hindari metode disiplin seperti ini dan buat dengan fleksibel. Penjelasan lebih lanjutnya akan kuhubungkan dengan poin nomor 2. Di poin nomor 2, tipsnya adalah “menulislah dimanapun kita punya waktu.” Sekarang mari rubah aturan monoton menulis ceritanya dengan hal lain. Misalnya jika berkaitan lagi dengan poin nomor 2, disana akan ada tulisan semacam ini.
“Menulis dimanapun kita punya waktu juga sah disebut begitu, jika kita mencatat hal – hal penting yang kiranya akan menarik jika dipadukan dengan tulisan kita.”
Jadi misalnya kita berada didalam bus lalu mendapati ada seseorang di jalan yang mengamen, tapi rupanya jika diperhatikan dengan baik si pengamen ternyata menggunakan alat musik mahal macam biola. Dari sana kita bisa menulis atau mencatatnya dengan, rupanya dia sangat menarik akibat penampilan dan motivasinya yang tidak seperti pengamen kebanyakan.
Lalu apakah cukup sampai di tulisan saja praktek fleksibelnya?
Tentu saja tidak. Saranku karena kita punya ponsel yang smart, yang dilengkapi berbagai fitur termasuk pencarian data luas hingga memutar video. Saat terjadi writers block kita bisa memanfaatkan ponsel kita demi mendapatkan inspirasi baru. Inspirasi barunya kita bisa dapatkan lewat nonton film, baca ebook atau web novel, terus cari – cari di pencarian Google, dan banyak lainnya.
Jadi kalau dulu JK Rowling perlu ke stasiun demi kepikiran seorang bocah laki – laki kurus berkacamata yang tidak sadar kalau dia memiliki sihir. Kita sebagai penulis modern bisa memperoleh informasi yang lebih luas berkat adanya ponsel pintar.
Namun sebagai catatan, berhubung di poin ketiga ini bunyinya “Anggap kegiatan menulis bukanlah pekerjaan” kita jangan sampai kelupaan mengenai tujuan kita menonton film, mencatat hal menarik, hingga membaca novel sebelumnya untuk apa. Maka kembali lagi walau aku menyarankan supaya jangan memasukkan kegiatan menulis ini sebagai pekerjaan yang sama seperti di dunia nyata. Sedikit – sedikitnya komitmen untuk menyelesaikan tulisan juga harus tetap dijaga supaya goal kita untuk menamatkan cerita tercapai.
Tips tambahan supaya tidak selingkuh cerita atau tiba – tiba ganti cerita baru padahal cerita lama belum selesai. Tips ini bukan berasal dari JK Rowling jadi dalam prakteknya nanti jika ada yang gagal, mohon dimaklumi karena ini juga berasal dari penulis amatiran.
Langsung ke tipsnya, aku akan menganggap kita semua membuat cerita menggunakan aplikasi word atau aplikasi sejenis word di ponsel. Caranya disaat kita cari inspirasi tapi malah nyantol ke ide membuat cerita lain. Maka ikuti saja keinginan itu sampai ke titik menentukan plot dan sebagainya. Kumpulkan info – info terkait beserta cerita utamanya dalam suatu folder. Tapi… tapi ini nih rahasinya.
Uploadlah 1 judul saja cerita paling utama kita di sebuah platform sebagai tanda keseriusan. Platform menulisnya bebas sih dimana saja yang penting kita mudah untuk mengaksesnya. Selanjutnya ya lanjut aja nulis cerita yang diupload beserta cerita barunya, tapi berikan titik berat lebih ke cerita yang berada dalam platform. Nanti saat writers block, motivasi kita setidaknya akan lebih awet di cerita yang sudah diupload di platform dibanding yang masih didalam komputer atau ponsel. Sebagai penambah niat, lengkapi cerita dalam platform menulis juga dengan cover beserta deskripsi sementara cerita barunya tidak. Jadinya saat ingin melanjutkan cerita, kita akan lebih sayang ke cerita yang terlihat lebih diberikan effort dibandingkan dengan yang tidak.
Posting Komentar untuk "Tips – Tips Menulis Cerita Dari JK Rowling 3"
Posting Komentar