Tips – Tips Menulis Cerita Dari JK Rowling 1

Foto JK Rowling

Bagi yang belum mengetahui siapa JK Rowling, beliau itu adalah penulis dari salah satu novel terlaris di dunia yang berjudul Harry Potter. Sebenarnya JK Rowling juga menulis beberapa karya lain. Namun pastinya orang – orang lebih familiar dengan beliau sebagai penulis dari seri terkenal Harry Potter.

Dalam buku – buku Harry Potternya (bagi yang pernah membaca) kita tentu sangat memahami, betapa beliau ini mengeksekusi penggambaran dunia beserta pengembangan karakternya dengan sangat bagus. Masalahnya yang kadang bikin iri adalah, bagaimana bisa beliau terus mendapatkan ide unik yang mengalir deras dalam proses menulisnya tersebut.

Apakah karena beliau menulisnya di salah satu kafe di Edinburgh?

Cafe tempat JK Rowling menulis Harry Potter

Jika maksudnya adalah menulis cerita di kafe sambil menikmati secangkir kopi panas dan waktu sangat santai. Menurutku jawabannya adalah tidak. Sebagai info saja ya yang misalnya kalau salah bisa dikoreksi. JK Rowling itu mengawali nulis cerita Harry Potter adalah disaat hidupnya sedang terpuruk. Silahkan caritahu sendiri cerita lebih lanjutnya, mengenai apa yang membuat beliau terpuruk.

Tapi seingatku, disaat – saat hidupnya kurang beruntung tersebutlah beliau yang butuh penghiburan akhirnya malah menulis sebuah cerita yang berakhir menjadi absolut sinema.

Tahu dari sini, berarti bisa dikatakan kalau beliau mulai nulis cerita hanya karena luang waktunya dan butuh penghiburan dari dunia yang keras. Namun kalau itu hanya sekedar supaya nggak bengong, kok bisa JK Rowling serius nyeritain world boulding, cerita kompleks, dan alur bagusnya?

Apa rahasia beliau dalam melakukannya?

Mungkin tips yang diambil dari beberapa sumber serta Twiter milik JK Rowling dibawah bisa menjadi jawabannya. Sebagai catatan, aku disini akan coba mengambil tips yang kiranya relate dengan kita para penulis di negara Indonesia.


Gunakan apa yang kita ketahui sendiri (1)

Dapat inspirasi dari main dengan kucing, misalnya

“Tulislah apa yang anda ketahui. Minat, perasaan, keyakinan, teman, keluarga, dan bahkan hewan peliharaan bisa menjadi bahan mentah saat mulai menulis.”— JK Rowling.

Saat pertama membaca ini, pasti ada yang berpikir mungkin kita seperti wajib menulis sesuatu yang tidak bisa mengikuti pasar. Katakanlah cerita bergenre slice of life, drama, dan mentok - mentok di romansa, karena memang setidaknya ketiga genre tersebutlah yang pernah kita alami di dunia nyata.

Saat kita pada akhirnya ingin menulis cerita macam sains fiksi, fantasi, dan lain – lain. Berkat kata – kata diatas, kita jadi urung karena mana mungkin kita pernah mengalami punya kekuatan untuk menyebut mantra macam “Expelliarmus!”

Namun fakta serunya adalah, si penulis Harry Potter sekaligus yang mengutarakan kata – kata itu sendiri. Juga tidak pernah punya pengalaman bisa menggunakan “Expelliarmus!.” Bahkan JK Rowling pun tidak akan pernah bisa menembus tembok untuk peron 9 ¾. Karena memang itu hanyalah fiksi dan tidak ada.

Mengetahui semua barusan, masihkah kita terus membatasi maksud kata – kata JK Rowling di genre tulisan kita?

Kedua, mungkin berbeda dari orang pertama karena terkait genre. Orang kedua ini mungkin berpikir kalau kata – kata JK Rowling sebelumnya bukan berkaitan dengan genre cerita. Tapi lebih kepada apa isi dari cerita yang menunjang plot berkelanjutan.

Maksudnya begini, jika kita belum pernah pacaran (ehem…) ya jangan nulis cerita roman karena terkesan halu. Atau, jika kita belum merasakan menjadi orang psikopat, ataupun bertemu dengan orang semacam itu. Ya jangan nulis tokoh tentang orang psikopat.

Ehem...

Penganalogian semacam ini boleh – boleh saja sebenarnya, tapi kembali lagi karena kita sedang menulis cerita yang menurut kepala kita sangat masterpiece. Ya tolong jangan dimakan mentah – mentah pemikiran semacam itu. Maksudku apakah JK Rowling sejahat “Dia yang namanya tak boleh disebut” sehingga beliau bisa menulis karakternya sejahat itu, kan nggak.

Lalu gimana?

Jawabannya adalah tulis tentang subjek yang menurut diri kita menarik. Gunakan situasi yang pernah dialami sendiri, dialami teman, atau apapun yang kita dengar dan ketahui. Tentu saja, dalam bertahun – taun kita hidup. Sekalipun kita berusaha jadi orang tertib, tentu ada aja kejadian menarik yang menjengkelkan atau lucu yang mampir dalam hidup kita. Nah maksud dari kata JK Rowling diatas ya manfaatkan pengalaman – pengalaman tersebut untuk dimasukkan dalam tulisan.

Terakhir sebelum masuk ke poin nomor 2, perbanyaklah stok informasi lewat membaca buku ataupun nonton film. Sehingga setidaknya kita punya gambaran tentang sesuatu yang sebenarnya belum pernah kita alami tapi tetap bisa dijadikan inspirasi.


Selanjutnya

Suwungkiawan
Suwungkiawan Blognya pengetik yang suka buat cerita saat gabut. Dah itu aja.

Posting Komentar untuk "Tips – Tips Menulis Cerita Dari JK Rowling 1"